Monday, 21 June 2010

Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Seperti yang telah dituliskan panjang lebar mengenai manfaat media pada artikel terdahulu, pemilihan media menjadi sesuatu yang sangat krusial dalam menentukan kualitas pembelajaran. Media yang tepat untuk suatu materi terkadang tidak tepat digunakan untuk materi lainnya. Karena kami berbasis Biologi maka kami mengambil contoh sederhana tentang biologi misalnya saja media Chart kurang cocok digunakan untuk menjelaskan materi gerak pada tumbuhan misalnya. Mengapa? Materi gerak pada tumbuhan memerlukan suatu gambaran yang lebih nyata sehingga siswa dapat melihat langsung gerak tumbuhan itu sendiri dengan jelas. Kita tahu gerak pada tumbuhan akan memakan waktu yang relatif lama dan lebih susah diamati jika tidak menggunakan alat. Coba saja sewaktu kita mengamati mekarnya bunga sedap malam, jarang sekali yang dengan sabar menunggu sedikit demi sedikit gerakkan tumbuhan tersebut. Begitu pula dengan gerak tumbuhan lainnya bahkan gerak tumbuhnya tunas akan memakan waktu berhari-hari non stop untuk mengamatinya. Kita bayangkan saja siswa melakukan praktikum gerak pada tumbuhan tersebut pastilah memakan waktu yang sangat lama. Berbeda halnya jika guru menggunakan media pembelajaran yang tepat seperti video ataupun media gabungan atau yang biasa disebut multimedia. Media tersebut mampu menyajikan gerak pada tumbuhan yang telah dipercepat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama.
Bagaimana memilih media pembelajaran yang tepat?

1. Sesuaikan dengan materi
Telah disinggung di paragraf di atas, perlunya menyesuaikan materi dengan media pembelajaran yang tepat. Materi yang memerlukan gambaran lengkap mutlak memerlukan media pembelajaran yang terdapat gambar. Gambar tersebut dapat berupa foto, chart, bagan, grafik dsb. Sedangkan materi yang bersifat lebih nyata dan tidak terlalu abstrak dapat menggunakan OHT tanpa gambar atau media pembelajaran lainnya yang berbasis text. Namun yang perlu diingat yaitu siswa akan lebih mudah menerima materi jika materi tersebut disampaikan secara bermaknya. Kebermaknaan tidak harus menggunakan media pembelajaran yang menggunakan grafik-grafik tertentu. Gambar yang menarik perhatian bahkan memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan gambar mengenai materi.
2. Kondisi pembelajar (siswa)
Mengapa kondisi juga menentukan pemilihan media pembelajaran? Pada prinsipnya, siswa memiliki kondisi atau karakteristik yang berbeda-beda. Ada siswa yang lebih senang membaca ringkasan materi, belajar dari penjelasan guru, dsb. Atau dengan kata lain, siswa memiliki karakter belajar audio, visual, dan audio visual. Siswa tertentu mungkin tidak akan paham materi yang diajarkan dengan ceramah saja atau dengan charta saja. Dengan mempertimbangkan media berbasis komputer yang notabene berkarakter audio visual diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dalam belajar. Siswa yang sukanya melihat gambar atau video juga menjadi paham, sebaliknya yang lebih suka mendengarkan penjelasan materi juga menjadi paham dengan adanya suara narasi.
3. Pilihlah media yang interaktif
Interaktifitas erat kaitannya dengan aktifitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Media pembelajaran yang tidak memasukkan unsur interaktif menjadi terlihat monoton dan menyebabkan siswa cenderung lebih cepat bosan. Interaktif biasanya ditunjukkan dengan adanya komunikasi antara media pembelajaran dengan siswa. Media pembelajaran berbasis komputer dilengkapi dengan soal-soal yang dapat diisi dengan jawaban siswa sehingga siswa dapat menjadi lebih aktif dan terpacu untuk menyelesaikan soal dengan melakukan interaksi dengan media pembelajaran.
Pada beberapa kasus ditemukan kelas yang kurang aktif dalam mengikuti pelajaran. Hal ini dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu guru kurang memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan media yang noninteraktif. Media pembelajaran berbasis komputer yang baik dilengkapi dengan perangkat interaktif seperti soal soal, input teks dsb. Namun perlu diketahui jika media tersebut memenuhi kriteria interaktif memerlukan guru yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif. Pada intinya, guru tetap memegang peranan penting dalam menentukan arah pembelajaran apakah siswa dibawah ke arah aktif maupun pasif saja.

No comments:

Post a Comment

Monday, 21 June 2010

Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Seperti yang telah dituliskan panjang lebar mengenai manfaat media pada artikel terdahulu, pemilihan media menjadi sesuatu yang sangat krusial dalam menentukan kualitas pembelajaran. Media yang tepat untuk suatu materi terkadang tidak tepat digunakan untuk materi lainnya. Karena kami berbasis Biologi maka kami mengambil contoh sederhana tentang biologi misalnya saja media Chart kurang cocok digunakan untuk menjelaskan materi gerak pada tumbuhan misalnya. Mengapa? Materi gerak pada tumbuhan memerlukan suatu gambaran yang lebih nyata sehingga siswa dapat melihat langsung gerak tumbuhan itu sendiri dengan jelas. Kita tahu gerak pada tumbuhan akan memakan waktu yang relatif lama dan lebih susah diamati jika tidak menggunakan alat. Coba saja sewaktu kita mengamati mekarnya bunga sedap malam, jarang sekali yang dengan sabar menunggu sedikit demi sedikit gerakkan tumbuhan tersebut. Begitu pula dengan gerak tumbuhan lainnya bahkan gerak tumbuhnya tunas akan memakan waktu berhari-hari non stop untuk mengamatinya. Kita bayangkan saja siswa melakukan praktikum gerak pada tumbuhan tersebut pastilah memakan waktu yang sangat lama. Berbeda halnya jika guru menggunakan media pembelajaran yang tepat seperti video ataupun media gabungan atau yang biasa disebut multimedia. Media tersebut mampu menyajikan gerak pada tumbuhan yang telah dipercepat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama.
Bagaimana memilih media pembelajaran yang tepat?

1. Sesuaikan dengan materi
Telah disinggung di paragraf di atas, perlunya menyesuaikan materi dengan media pembelajaran yang tepat. Materi yang memerlukan gambaran lengkap mutlak memerlukan media pembelajaran yang terdapat gambar. Gambar tersebut dapat berupa foto, chart, bagan, grafik dsb. Sedangkan materi yang bersifat lebih nyata dan tidak terlalu abstrak dapat menggunakan OHT tanpa gambar atau media pembelajaran lainnya yang berbasis text. Namun yang perlu diingat yaitu siswa akan lebih mudah menerima materi jika materi tersebut disampaikan secara bermaknya. Kebermaknaan tidak harus menggunakan media pembelajaran yang menggunakan grafik-grafik tertentu. Gambar yang menarik perhatian bahkan memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan gambar mengenai materi.
2. Kondisi pembelajar (siswa)
Mengapa kondisi juga menentukan pemilihan media pembelajaran? Pada prinsipnya, siswa memiliki kondisi atau karakteristik yang berbeda-beda. Ada siswa yang lebih senang membaca ringkasan materi, belajar dari penjelasan guru, dsb. Atau dengan kata lain, siswa memiliki karakter belajar audio, visual, dan audio visual. Siswa tertentu mungkin tidak akan paham materi yang diajarkan dengan ceramah saja atau dengan charta saja. Dengan mempertimbangkan media berbasis komputer yang notabene berkarakter audio visual diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dalam belajar. Siswa yang sukanya melihat gambar atau video juga menjadi paham, sebaliknya yang lebih suka mendengarkan penjelasan materi juga menjadi paham dengan adanya suara narasi.
3. Pilihlah media yang interaktif
Interaktifitas erat kaitannya dengan aktifitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Media pembelajaran yang tidak memasukkan unsur interaktif menjadi terlihat monoton dan menyebabkan siswa cenderung lebih cepat bosan. Interaktif biasanya ditunjukkan dengan adanya komunikasi antara media pembelajaran dengan siswa. Media pembelajaran berbasis komputer dilengkapi dengan soal-soal yang dapat diisi dengan jawaban siswa sehingga siswa dapat menjadi lebih aktif dan terpacu untuk menyelesaikan soal dengan melakukan interaksi dengan media pembelajaran.
Pada beberapa kasus ditemukan kelas yang kurang aktif dalam mengikuti pelajaran. Hal ini dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu guru kurang memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan media yang noninteraktif. Media pembelajaran berbasis komputer yang baik dilengkapi dengan perangkat interaktif seperti soal soal, input teks dsb. Namun perlu diketahui jika media tersebut memenuhi kriteria interaktif memerlukan guru yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif. Pada intinya, guru tetap memegang peranan penting dalam menentukan arah pembelajaran apakah siswa dibawah ke arah aktif maupun pasif saja.

No comments:

Post a Comment